Entri yang Diunggulkan
TOPIK 1: AKSI NYATA PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL
PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL DALAM PENDIDKAN INDONESIA Nama : Rio Adjie Deannova NIM : 250211105702 As...
Topik
2 – Aksi Nyata – Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan – PGSD001/A
NAMA MAHASISWA : RIO ADJIE DEANNOVA
NIM : 250211105702
PRODI/ KELAS : PPG PGSD 001 (A)
UNIVERSITAS :
UNIVERSITAS JEMBER
PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL DALAM PENDIDIKAN
Mulai dari diri pada topik ini saya mempelajari tentang Status
Sosialekonomi (SES) dan Cultural Histrical Activity Theory (CHAT) yang
memberikan dampak yang signifikan dalam pembentukan karakter siswa. Selain itu,
pengaruh dalam proses pembelajaran juga dapat dipengaruhi oleh SES dan CHAT
sehingga guru perlu untuk merancang pembelajaran sehingga perbedaan latar
belakang siswa tidak menimbulkan ketidak adilan bagi siswa dan dapat
menciptakan pembelajaran yang menarik bagi peserta didik dan memenuhi kebutuhan
siswa.
Konsep dasar Perspektif Sosiokultural dalam pendidikan yakni Status
Sosialekonomi (SES) dan Cultural Historical Activity Theory (CHAT) juga
memiliki pengaruh terhadap pembentukan sosialisasi kognitif siswa melalui
interaksi sosial dan interaksi antara orang dewasa dengan anak. SES dan CHAT
menyatakan bahwa latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi anak memberikan
pengaruh pada pertumbuhan karakter siswa yang disesuaikan terhadap lingkungan,
pendidikan pertama, dan perbedaan status sosial ekonomi orang tua.
Kisah yang saya pelajari pada buku yang saya baca yakni "Mengajar untuk Perubahan", "Ray Sang Pecandu Online Game", dan "Melawan Setan Bermata Runcing: Pengalaman Gerakan Pendidikan Sokola". Buku-buku tersebut menceritakan tentang perbedaan faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang dapat mempengaruhi proses pendidikan siswa sehingga dapat menentukan perspektif sosiokultural bagi guru untuk mengajar dalam kelas. Selain itu, pendidik juga perlu untuk menerapkan pembelajaran yang menarik minat siswa dalam materi dan memberikan perhatian kepada siswa yang memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa sebagai pendidik perlu untuk siap dalam menghadapi tantangan-tantangan yang akan datang.
Hal penting yang saya pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yakni pentingnya berdiskusi untuk mengemukakan pendapat yang berbeda-beda untuk mencapai pemikiran yang sama. Selain itu, kita perlu untuk mempresentasikan hasil agar rekan-rekan atau kelompok lain dapat mengerti dan menambahkan materi yang salah atau membenarkan materi. bertanya kepada rekan sejawat, dan lain sebagainya. Konsep dasar perspektif sosiokultural SES dan CHAT perlu mempertimbangkan sosial, ekonomi, dan budaya yang mempengaruhi perkembangan sosialisasi kognitif siswa melalui interaksi orang dewasa dan anak.
Pemahaman saya yang berubah karena menganggap peserta didik tidak memiliki motivasi belajar karena hanya malas tetapi mempelajari latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya pada topik ini. Saya menjadi paham bahwa terdapat alasan kenapa peserta didik berperilaku seperti itu karena pengaruh lingkungan keluarga maupun masyarakat. Oleh karena itu, saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang pendekatan yang harus dilakukan karena perbedaan karakteristik peserta didik. Hal tersebut saya lakukan untuk mengendalikan kelas dengan bai dan menciptakan pembelajaran yang inklusif. Topik ini memiliki keterkaitan dengan mata kuliah lain yakni filosofi pendidkan yang mengatakan bahwa perkembangan peserta didik dipengaruhi oleh latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik sehingga pendidikan perlu diberikan sesuai dengan kebutuhan dan adopsi nilai-nilai luhur. Selain itu, mata kuliah pemahaman tentang peserta didik dan pembelajarannya memberikan pembelajaran tentang pendidikan perlu untuk mengoptimalkan pemenuhan pembelajran sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang harus disesuaikan dengan latar belakang siswa.
Manfaat dari mempelajari topik ini adalah siap dalam
menghadapi peserta didik dengan karakter dan tingkah laku yang beragam. Selain
itu, pendidik juga perlu memahami mereka dan berusaha dekat dengan mereka
sehingga dapat mengikuti pembelajaran yang menyenangkan. Kesiapan saya untuk
menghadapi peserta didik adalah 7,5/10 karena saya perlu untuk mempelajari
perbedaan latar belakang peserta didik dan memahami karakter mereka. Selain
itu, perlu waktu untuk mengamati latar belakang siswa dan memperoleh ilmu yang
lebih baik tentang sosiokultural yang dipelajari pada topik berikutnya. Saya
juga perlu menambah pengetahuan dalam melaksanakan kegiatan kuliah dan
mengerjakan tugas secara optimal sehingga perlu untuk mengimplementasikan ilmu
dan menjadi guru profesional.