Entri yang Diunggulkan
TOPIK 1: AKSI NYATA PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL
PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL DALAM PENDIDKAN INDONESIA Nama : Rio Adjie Deannova NIM : 250211105702 As...
Topik
6 – Aksi Nyata – Perspektif Sosiokultural – PGSD001/A
NAMA MAHASISWA : RIO ADJIE DEANNOVA
NIM : 250211105702
PRODI/ KELAS : PPG PGSD 001 (A)
UNIVERSITAS :
UNIVERSITAS JEMBER
1.
Apa yang Anda pikirkan
tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?
Jawab: Tema ini bertujuan
untuk meningkatkan pemahaman tentang masalah pendidikan dan pembelajaran di
sekolah dari sudut pandang sosial, budaya, ekonomi, dan politik, serta
bagaimana aspek-aspek ini berdampak pada pendidikan di Indonesia.
2.
Apa yang Anda pelajari
dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?
Jawab: Saya telah belajar
mengaitkan dan menyimpulkan masalah terkait pendekatan, strategi, metode,
teknik, dan materi pembelajaran yang digunakan sebagai scaffolding dalam proses
pengembangan profesional (ZPD).
3.
Apa yang Anda pelajari
lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?
Jawab: Saya dan anggota
kelompok saya belajar tentang berbagai macam perspektif sosial tentang
pembelajaran Scffolding di "Zona Kemajuan Proximal (ZPD)," yang
berdampak pada pendidikan dan proses pembelajaran.Kelompok ini berpendapat
bahwa masalah ini sangat penting untuk dipertimbangkan dalam pendidikan dan
pembelajaran. Setiap faktor memiliki efek yang berbeda-beda terhadap
pembelajaran dan pendidikan di sekolah. Misalnya, faktor sosial dan budaya
dapat mempengaruhi standar dan kebiasaan yang diterapkan di kelas. Di sisi
lain, faktor ekonomi dapat mempengaruhi bagaimana siswa dapat mendapatkan akses
ke sumber daya akademik dan fasilitas. Oleh karena itu, sebagai pendidik,
sangat penting untuk mempertimbangkan aspek-aspek ini saat membuat program
pembelajaran yang efektif yang memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Kelompok
kami yakin bahwa persiapan guru dengan mempertimbangkan masalah pendidikan dan
pembelajaran di sekolah dari sudut pandang sosial, budaya, ekonomi, dan politik
sangat penting untuk mengajar siswa. Saya telah belajar tentang perbedaan
sosial dan budaya siswa. Kelompok kami juga memastikan bahwa metode pengajaran
yang digunakan dapat memahami kondisi ekonomi siswa dan memberikan motivasi
kepada mereka. Guru juga harus mempertimbangkan perubahan yang terjadi dalam
politik dan kebijakan pendidikan.
4.
Apa hal penting yang
Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama
kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?
Jawab: Selama demonstrasi,
saya belajar banyak teknik presentasi baru dan alat yang dapat digunakan untuk
presentasi yang dapat menarik perhatian pengamat. Selain itu, saya juga
mendapatkan ide-ide kreatif untuk presentasi yang dapat menarik perhatian
pengamat, yang dapat saya terapkan di kemudian hari.
5.
Sejauh ini, apa yang
sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang
berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai? Apa yang ingin
Anda pelajari lebih lanjut?
Jawab: Saya menjadi lebih
sadar tentang masalah dengan mengelola pendidikan di sekolah yang mempengaruhi
proses pembelajaran. Salah satunya adalah perspektif sosial tentang bagaimana
peserta didik berinteraksi dengan lingkungan sekitar mereka. Guru harus menjadi
contoh bagi peserta didik mereka dengan mengajarkan mereka untuk berbicara
dengan sopan dan sopan. Perspektif budaya berarti memberi peserta didik
pemahaman tentang budaya luar, mengambil manfaat dari budaya tersebut, dan
kemudian kembali ke Indonesia, sehingga peserta didik tidak terlalu mengadopsi
budaya luar ketika mereka tiba di Indonesia. Dari perspektif ekonomi, yaitu
keadaan keuangan keluarga dapat memengaruhi semangat belajar siswa. Guru
bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan belajar yang tidak membedakan
siswa mereka. sehingga siswa merasa dilayani dengan adil selama proses
pembelajaran. Dalam hal politik, misalnya, menetapkan kebijakan dan kesepakatan
kelas antara siswa dan pendidik yang tidak akan bertentangan dengan kebijakan
atau tata tertib sekolah.
Sebagai pendidik yang
profesional, memantau perkembangan dan informasi terbaru tentang faktor
pendidikan yang sedang terjadi akan membantu guru menyiapkan pembelajaran.
Mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran sosial, budaya,
ekonomi, dan politik sesuai dengan keadaan saat ini memberikan gambaran yang
akurat tentang sifat siswa. Oleh karena itu, persiapan mengajar harus dimulai
dengan mempelajari masalah-masalah faktor pembelajaran yang sedang terjadi sebelum
mengikuti informasi terbaru.
6.
Apa yang Anda pelajari
dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan
mata kuliah lain?
Jawab: Ada hubungan antara
masalah penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dari sudut
pandang sosial, budaya, ekonomi, dan politik dengan tingkat literasi peserta
didik. Berikut ini adalah beberapa contoh hubungan antara masalah ini dan
tingkat literasi peserta didik: a) Pengaruh Sosial dan Budaya terhadap
Literasi: Pengaruh sosial dan budaya memiliki peran yang signifikan dalam
membentuk dan memengaruhi tingkat literasi individu dan komunitas; b) Isu
ekonomi dan literasi memiliki hubungan yang erat dan saling berpengaruh
7.
Apa manfaat pembelajaran
ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat
ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih
lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?
Jawab: Dengan
mempertimbangkan masalah penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah
dari sudut pandang sosial, budaya, ekonomi, dan politik, serta bagaimana
faktor-faktor ini mempengaruhi pendidikan di Indonesia, saya dapat mengukur
kesiapan saya mengajar dengan skala 8. Sebagai seorang pendidik yang
profesional, memantau perkembangan dan informasi terbaru tentang faktor
pendidikan akan membantu guru menyiapkan pembelajaran. Dengan menganalisis
faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi pembelajaran
sesuai dengan kenyataan yang terjadi, kita dapat mendapatkan gambaran yang
akurat tentang sifat siswa.
TOPIK 6: AKSI NYATA PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL
Topik
5 – Aksi Nyata – Perspektif Sosiokultural – PGSD001/A
NAMA MAHASISWA : RIO ADJIE DEANNOVA
NIM : 250211105702
PRODI/ KELAS : PPG PGSD 001 (A)
UNIVERSITAS :
UNIVERSITAS JEMBER
|
No |
Alur Pembelajaran |
Pertanyaan Refleksi |
|
1 |
Mulai dari Diri |
Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini
sebelum memulai proses pembelajaran? Jawab: Sebelum memulai proses pembelajaran, saya merenungkan tentang berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik yang digunakan sebagai scaffolding pada ZPD. Subtopik "Mulai dari Diri" ini menjadi pengantar untuk memahami berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai scaffolding pada ZPD, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan di Indonesia. Awalnya, kami diminta untuk mengamati sebuah
video tentang pengalaman seorang guru/relawan pendidikan di sekolah pelosok.
Video tersebut menunjukkan berbagai tantangan yang dihadapi, seperti
kekurangan tenaga pendidik, akses jalan yang sulit, dan sarana prasarana yang
kurang memadai. Keterbatasan guru menjadi tantangan dalam membagi waktu dan
metode pembelajaran. Pembelajaran harus dilakukan dengan metode kelas
rangkap, sehingga guru harus memiliki metode dan strategi yang tepat agar
pembelajaran tetap optimal. |
|
2 |
Eksplorasi Konsep |
Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda
pelajari dalam topik ini? Jawab: Dalam eksplorasi konsep ini, fokusnya adalah
pada berbagai cara untuk membantu peserta didik mencapai pengetahuan dan
pemahaman secara mandiri. Hal ini dilakukan dengan menerapkan pendekatan,
strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang tepat pada ZPD mereka. ZPD (Zone of Proximal Development) adalah
area di mana peserta didik dapat belajar dan berkembang dengan bantuan dari
orang lain. Area ini berada di antara tingkat kemampuan yang sudah dikuasai
secara mandiri dan tingkat kemampuan yang belum dapat dicapai tanpa bantuan. Scaffolding adalah proses pemberian bantuan
yang disesuaikan dengan kebutuhan individual peserta didik. Bantuan ini dapat
berupa instruksi langsung, demonstrasi, pemberian contoh, atau panduan dan
arahan. Tujuan utama dari scaffolding adalah untuk
membantu peserta didik mencapai ZPD mereka dan menjadi pembelajar yang
mandiri. Dengan memahami ZPD dan menerapkan
scaffolding yang tepat, pendidik dapat membantu peserta didik untuk: · Memperoleh pengetahuan dan
pemahaman baru · Meningkatkan kemampuan memecahkan
masalah · Mengembangkan keterampilan
berpikir kritis · Menjadi pembelajar yang lebih
mandiri Secara keseluruhan, eksplorasi konsep ini
bertujuan untuk membantu pendidik memahami dan menerapkan berbagai cara untuk
membantu peserta didik mencapai ZPD mereka dan menjadi pembelajar yang lebih
efektif. |
|
3 |
Ruang Kolaborasi |
Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama
dengan rekan Anda dalam ruang kolaborasi? Jawab: Ruang kolaborasi menjadi wadah bagi saya untuk mempelajari lebih dalam
tentang berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang
berperan sebagai scaffolding pada ZPD. Beragam sudut pandang dari rekan-rekan
di ruang kolaborasi diolah dan dipadukan untuk menghasilkan kesimpulan yang
matang mengenai ZPD. Meskipun memiliki pandangan yang berbeda-beda, namun
semua tetap berada dalam konteks yang sama. Kesimpulannya, penerapan scaffolding pada ZPD peserta didik melibatkan
pendampingan dari orang yang lebih ahli, seperti guru atau teman sejawat.
Bantuan yang diberikan bertujuan untuk membantu peserta didik dalam proses
pembelajaran dan membangun pengetahuan mereka. Hal ini ultimately membantu
peserta didik mencapai kemampuan proksimalnya. Di samping itu, ruang kolaborasi juga memberikan kesempatan bagi saya
untuk mempelajari lebih lanjut tentang pandangan rekan-rekan mengenai
kesiapan mengajar. Hal ini dikaitkan dengan pendekatan, strategi, metode, dan
teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai scaffolding pada ZPD. Sebagai
pendidik, kami sama-sama mempersiapkan rencana pembelajaran dengan
memperhatikan tingkat kemampuan, latar belakang budaya, karakteristik peserta
didik yang heterogen, serta kebutuhan belajar mereka. |
|
4 |
Demonstrasi Kontekstual |
Apa hal penting yang Anda pelajari dari
proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa
tentang materi, rekan, dan diri sendiri)? Jawab: Pengalaman berharga didapatkan dalam
demonstrasi kontekstual, di mana presentasi hasil kerja kelompok menjadi
fokus utama. Kerja sama tim menjadi kunci dalam proses ini, di mana setiap
anggota saling bahu-membahu untuk menunjukkan pemahaman dan kesiapan mereka
dalam mengajar. Diskusi yang dinamis mewarnai proses
demonstrasi, di mana berbagai sudut pandang dan pendapat terungkap. Hal ini
menumbuhkan sikap saling menghargai dan toleransi antar anggota kelompok. Kemampuan komunikasi juga terasah selama
demonstrasi. Setiap anggota belajar untuk menyampaikan gagasan dengan tepat,
jelas, dan penuh percaya diri. Berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan
kelompok lain menjadi nilai tambah yang tak ternilai. Secara keseluruhan, demonstrasi kontekstual
menjadi wadah pembelajaran yang menantang sekaligus menyenangkan. Pengalaman
ini memperkaya pengetahuan dan mempertajam keterampilan, bekal berharga untuk
menjadi pengajar yang lebih baik. |
|
5 |
Elaborasi Pemahaman |
Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami
tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari
pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai? Apa yang ingin Anda pelajari
lebih lanjut? Jawab: Sebelumnya, saya memahami bahwa pendekatan, strategi, metode, dan teknik
pembelajaran berperan penting sebagai scaffolding dalam ZPD (Zone of Proximal
Development) untuk membantu guru dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang
berpusat pada peserta didik dan disesuaikan dengan karakteristik mereka akan
terwujud melalui scaffolding pada ZPD. Saya baru memahami bahwa penentuan pendekatan, strategi, metode, dan
teknik pembelajaran sebagai scaffolding pada ZPD harus berdasarkan
karakteristik peserta didik. Faktor-faktor seperti latar belakang, kemampuan,
gaya belajar, dan tingkat perkembangan perlu dipertimbangkan.
Pengimplementasian scaffolding pada ZPD pun membutuhkan persiapan dan
perencanaan yang matang. Saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang cara merefleksikan
pendekatan, strategi, metode, dan teknik, serta materi pembelajaran yang
diterapkan sebagai scaffolding pada ZPD. Hal ini penting untuk mewujudkan
pendidikan yang berorientasi kepada peserta didik dalam berbagai perspektif,
seperti sosial, budaya, ekonomi, dan politik. |
|
6 |
Koneksi Antar Materi |
Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar
materi baik dalam mata kuliah yang sama maupun mata kuliah lain? Jawab: Dari mempelajari koneksi antar materi, saya memahami keterkaitan erat
antara berbagai aspek pembelajaran. Topik tentang pendekatan, strategi,
metode, dan teknik, serta materi pembelajaran memiliki hubungan erat dengan
mata kuliah lain seperti filosofi pendidikan Indonesia, literasi lintas mata
pelajaran, pemahaman peserta didik dan pembelajarannya, serta prinsip
pengajaran dan asesmen. Penerapan pendekatan, strategi, metode, dan teknik yang tepat, serta
pemilihan materi pembelajaran yang sesuai dengan ZPD (Zona Perkembangan
Proksimal) melalui scaffolding, akan menghasilkan pembelajaran yang berpihak
pada peserta didik. Hal ini memungkinkan pembelajaran yang lebih efektif dan
optimal karena disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan individual
setiap siswa. Dengan memahami koneksi antar materi ini, diharapkan guru dapat merancang
pembelajaran yang lebih holistik dan bermakna bagi peserta didik. |
|
7 |
Aksi Nyata |
Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan
Anda sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala
1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa
menerapkannya dengan optimal? Jawab: Pembelajaran ini memberi saya manfaat besar dalam mempersiapkan diri
sebagai guru. Pengetahuan dan wawasan saya mengenai pembelajaran semakin
luas, sehingga saya mampu memberikan keleluasaan belajar dan meningkatkan
kemampuan peserta didik. Saya dapat menerapkan pembelajaran yang lebih
menyenangkan dan memberikan bimbingan yang sesuai dengan kemampuan atau
potensi masing-masing. Pembelajaran juga akan lebih bervariasi karena dengan penerapan
scaffolding, bantuan tidak hanya datang dari guru, tetapi juga dari peserta
didik lain (tutor sebaya). Saat ini, kesiapan saya berada pada skala 8 dari
10. Saya telah mempelajari banyak hal dan pengetahuan saya bertambah,
sehingga tingkat kesiapan saya pun meningkat. Namun, saya masih memerlukan
lebih banyak pengalaman dalam pengimplementasiannya. Untuk bisa menerapkan pembelajaran dengan optimal, saya perlu
mempersiapkan mental, fisik, dan pengetahuan untuk menerapkan pembelajaran
yang berpihak pada peserta didik dengan proses yang menyenangkan. Persiapan
ini dilakukan dengan mencari informasi di berbagai media, namun tetap
mempertimbangkan keakuratannya. Selain itu, saya juga dapat mengenal secara
langsung lingkungan belajar di sekolah. |
TOPIK 5 - PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL DALAM PENDIDIKAN INDONESIA
NAMA MAHASISWA : RIO ADJIE DEANNOVA
NIM : 250211105702
PRODI/ KELAS : PPG PGSD 001 (A)
UNIVERSITAS :
UNIVERSITAS JEMBER
|
No |
Alur Pembelajaran |
Pertanyaan Refleksi |
|
1 |
Mulai dari Diri |
Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini
sebelum memulai proses pembelajaran? Jawab: Hal yang saya pikirkan sebelum memulai proses
pembelajaran pada topik ini adalah mempelajari pengertian ZPD. Selain itu,
mengkaji tentang contoh peristiwa pembelajaran mengenai ZPD. |
|
2 |
Eksplorasi Konsep |
Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda
pelajari dalam topik ini? Jawab: Hal yang saya pelajari yakni, Teori
pembelajaran ZPD yang digagas oleh Lev Vygotsky yang merujuk pada interaksi
sosial antara orang yang berkemampuan tinggi dan berkemampuan rendah sehingga
orang yang kurang kompeten menjadi mahir secara mandiri. Oleh karena itu,
orang yang berkemampuan tinggi dapat memberikan scaffolding pada yang
berkemampuan rendah. Guru dapat memfasilitasi, mendampingi, melatih, dan
mendorong kemampuan dan berfikir tingkat tinggi peserta didik. Namun, setiap
peserta didik memiliki tingkat ZPD yang berbeda-beda walau jenis kegiatan
pembelajaran yang dilakukan oleh guru sama. Model pembelajaran dan media
pembelajaran saat melaksanakan pembelajaran dengan ZPD akan mempengaruhi
proses pembelajaran. |
|
3 |
Ruang Kolaborasi |
Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama
dengan rekan Anda dalam ruang kolaborasi? Jawab: Hal yang saya pelajari bersama antaranya
adalah padangan lebih lanjut tentang ZPD yang mempengaruhi proses pendidikan
dan pembelajarannya dimana konteks pembelajaran dapat dipahami mampu membantu
siswa mencapai potensi belajar melalui interaksi sosial yang terjadi dengan
bantuan guru atau teman sejawat. Pandangan dari masing-masing kelompok kami
ZPD bagus untuk diterapkan dalam pembelajaran karena dapat mengetahui apa
yang mereka dapat lakukan secara mandiri dan apa yang dapat mereka lakukan
dengan bimbingan. Pendidik perlu untuk menyesuaikan rencana pembelajaran yang
disesuaikan dengan ZPD. Persamaan dan perbedaan tentang pembelajaran pada ZPD
yang mempengaruhi proses pendidikan yang dimiliki dengan melakukan kolaborasi
dengan peserta didik yang berkemampuan rendah. Namun, setiap peserta didik
berasal dari latar belakang, kebiasaan dan cara komunikasi yang berbeda. |
|
4 |
Demonstrasi Kontekstual |
Apa hal penting yang Anda pelajari dari
proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa
tentang materi, rekan, dan diri sendiri)? Jawab: Hal penting yang saya pelajari pada tahap
Demonstrasi Kontekstual adalah terdapat berbagai perbedaan dalam mengemukakan
pendapat dan pandangan tentang ZPD. Namun, masing-masing dari kami setuju
untuk memperhatikan konsep ZPD dalam pembelajaran. Hal ini dilakukan karena
peserta didik memiliki tingkat pemahaman yang berbeda sehingga diperlukan
interaksi dan bimbingan baik antara guru dan murid. Teknik untuk memastikan
bahwa setiap siswa menerima pelajaran yang tepat untuk tingkat perkembangan
mereka diantaranya melibatkan dalam diskusi yang dapat membantu mereka untuk
mengembangkan keterampilan yang diperlukan. |
|
5 |
Elaborasi Pemahaman |
Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami
tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari
pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai? Apa yang ingin Anda pelajari
lebih lanjut? Jawab: Hal yang saya pahami tentang Zone of
Proximal Development adalah konsep yang dikembangkan oleh Lev Vygotsky.
Konsep ZPD merujuk tentang rentang kemampuan intelektual yang sedang
berkembang di antara individu dan menggambarkan perbedaan antara apa yang
dapat seseorang lakukan dan apa yang dapat mereka lakukan dengan bimbingan.
Pembelajaran yang paling efektif terjadi saat individu mendekati batas
kemampuannya sendiri dan menerima dukungan dari seseorang yang lebih
kompeten. Pendidik sering menggunakan pemahaman ZPD untuk merancang
pengajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, memberikan bimbingan
tepat, dan mendorong perkembangan kognitif siswa. ZPD dapat memberikan pembelajaran
menjadi lebih terarah dan berfokus pada perkembangan potensi individu. |
|
6 |
Koneksi Antar Materi |
Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar
materi baik dalam mata kuliah yang sama maupun mata kuliah lain? Jawab: ZPD (Zone of Proximal Development) adalah
rentang kemampuan intelektual yang sedang berkembang pada individu. ZPD
menunjukkan perbedaan antara apa yang bisa dilakukan seseorang sendiri dan
apa yang bisa dia lakukan dengan bantuan orang lain. Memahami ZPD penting
bagi calon guru untuk menjadi pendidik yang efektif dan merancang pengajaran
yang sesuai dengan kebutuhan individual siswa. Pertaman, Filosofi Pendidikan
yakni ZPD menjelaskan bagaimana teori ini memengaruhi pandangan tentang
pendidikan, peran guru, interaksi sosial dalam pembelajaran, dan isu-isu
kebijakan pendidikan. Kemudian, Pemahaman Peserta Didik yang menjelaskan ZPD
membantu guru memahami, merencanakan, dan memberikan pembelajaran yang sesuai
dengan kebutuhan dan perkembangan siswa. Selanjutnya, Prinsip Perencanaan
Pembelajaran dan Asesmen yakni ZPD membantu guru merencanakan pembelajaran
yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa dan memungkinkan pengukuran yang
lebih akurat terhadap pencapaian mereka. Kemudian, dalam Literasi dalam
Lintas Pembelajaran ZPD membantu merancang pengajaran literasi yang sesuai
dengan tingkat kemampuan siswa, baik dalam konteks literasi umum maupun
literasi yang berlaku dalam berbagai mata pelajaran. |
|
7 |
Aksi Nyata |
Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan
Anda sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala
1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa
menerapkannya dengan optimal? Jawab: Banyak manfaat yang saya proleh dengan
mempelajari teori ZPD dalam pembelajaran, diantaranya sebagai guru harus bisa
merencanakan dan menyelenggarakan pembelajaran sesuai tingkat kemampuan
kognitif dan level ZPD siswa. Kesiapan saya untuk menyelenggarakan
pembelajaran menggunakan teori ZPD ini terletak pada skala 9 dari 10, hal ini
dikarenakan saat melakukan PPL saya
sudah melakukan profiling siswa dengan menggunakan tes diagnostik non
kognitif dan tes kognitif, serta
sering berinteraksi dengan siswa untuk mengetahui tingakt ZPD nya. Memahami
lebih dalam mengenai konsepZPD dengan baik, mengenalisiswa secara individu,
merancang pembelajaran sesuai tingkat ZPD siswa, mengembangkan keterampilan
dalam memberikan bimbingan, menyesuaikan pengajaran sesuai tingkat
perkembangan siswa |
TOPIK 4 PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL DALAM PENDIDIKAN - AKSI NYATA
Topik
3 – Aksi Nyata – Perspektif Sosiokultural – PGSD001/A
NAMA MAHASISWA : RIO ADJIE DEANNOVA
NIM : 250211105702
PRODI/ KELAS : PPG PGSD 001 (A)
UNIVERSITAS :
UNIVERSITAS JEMBER
|
No |
Alur Pembelajaran |
Pertanyaan Refleksi |
|
1 |
Mulai dari Diri |
Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini
sebelum memulai proses pembelajaran? Jawab: Menurut saya, topik yang saya ketahui sebelum
melakukan pembelajaran ini adalah pentingnya perspektif sosiokultural dalam
pembelajaran. Berdasarkan pengelaman saya ketika mengajar, karakter-karakter
peserta didik dari berbagai latar belakang kurang saya perhatikan karena saya
menyetarakan mereka dengan kebudayaan yang sama serta tumbuh dan berkembang
di lingkungan yang sama sehingga saya kurang memperhatikan hal tersebut. |
|
2 |
Eksplorasi Konsep |
Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda
pelajari dalam topik ini? Jawab: Berdasarkan pengetahuan saya setelah
mempelajari materi ini, saya diminta untuk memberikan pendapat tentang
perspektif sosiokultural dari aspek sosial, budaya, ekonomi, dan politik
serta mengungkapkannya. Topik ini memberikan pengetahuan bagi saya tentang
aktivitas sosial dan interaksi antara orang dewasa dan anak-anak dapat
mempengaruhi dan membentuk dasar sosialisasi kognitif. Selain itu, terdapat
beberapa faktor sosiokultural yang dapat mempengaruhi mereka. |
|
3 |
Ruang Kolaborasi |
Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama
dengan rekan Anda dalam ruang kolaborasi? Jawab: Dalam hal ini, saya diminta untuk berbagi
pandangan tentang perspektif sosiokultural dalam pendidikan di Indonesia. |
|
4 |
Demonstrasi Kontekstual |
Apa hal penting yang Anda pelajari dari
proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa
tentang materi, rekan, dan diri sendiri)? Jawab: Setelah melakukan ruang kolaborasi bersama
kelompok lain kita perlu untuk memberikan tanggapan dan pertanyaan terkait
perspektif sosiokultural yang berguna untuk menambah wawasan dan sudut
pandang saya sebagai calon pendidik. Hal tersebut berfungsi untuk memberikan
pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang efektif dalam
pembelajaran dari berbagai referensi dan praktek. |
|
5 |
Elaborasi Pemahaman |
Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami
tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari
pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai? Apa yang ingin Anda pelajari
lebih lanjut? Jawab: Hal yang saya pahami tentang topik ini adalah
perbedaan sosiokultural peserta didik yang mempengaruhi keberlangsungan
proses pembelajaran. Hal yang saya pelajari dalam topik ini adalah memahami
karakteristik siswa sehingga mempermudah pendidik untuk menemukan pendekatan,
strategi, metode, dan teknik pembelajaran. Kemudian, saya juga mempelajari
tentang cara pendekatan, strategi, metode, dan teknik yang tepat sehingga
sesuai dengan perbedaan latar belakang siswa. |
|
6 |
Koneksi Antar Materi |
Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar
materi baik dalam mata kuliah yang sama maupun mata kuliah lain? Jawab: Koneksi dengan mata kuliah lain yakni pada
Filosofi Pendidikan Indonesai, Pemahaman Peserta Didik, dan Prinsip
Pengajaran dan Asesmen agar dapat merancang pembelajaran yang aktif, relevan,
efektif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik untuk menentukan
pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang tepat dengan
memperhatikan latar belakang peserta didik. |
|
7 |
Aksi Nyata |
Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan
Anda sebagai guru? Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala
1-10? Apa alasannya? Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa
menerapkannya dengan optimal? Jawab: Saya merefleksikan pemahaman saya selama
mempelajari topik ini sehingga saya menjadi lebih memahami perspektif
sosiokultural peserta didik untuk membantu saya mengetahui strategi, metode,
dan teknik pembelajaran yang tepat. Saya menilai kesiapan diri sebesar 8 dari
10 karena saya perlu untuk memahami lebih baik lagi cara dan diagnostik
perbedaan latar belakang peserta didik secara efektif. Selain itu, saya harus
mempersiapkan pengetahuan dan keterampilan saya untuk digunakan dalam
pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran dan pelaksanaan di
kelas. |
TOPIK 3: AKSI NYATA PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL
PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL DALAM PENDIDKAN
INDONESIA
Nama :
Rio Adjie Deannova
NIM :
250211105702
Asal Kota : Banyuwangi, Jawa Timur
|
No |
Alur
Pembelajaran |
Pertanyaan
Refleksi |
|
1 |
Mulai
dari Diri |
Apa yang
Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran? Jawab: Menurut
saya, pembekalan mengenai pandangan dan pengaruh keragaman latar belakang
peserta didik baik dalam konsep budaya, ekonomi, sosial dan politik
bermanfaat ketika menjadi pendidik sehingga dapat merefleksikan pembelajaran
dan mengubah paradigma tentang pengaruh beberapa aspek terhadap Pendidikan di
Indonesia. Oleh karena itu, kolaborasi terhadap segala perbedaan menjadi
kesatuan yang bebas dari diskriminasi, adaptif, dan nyaman bagi peserta
didik. |
|
2 |
Eksplorasi
Konsep |
Apa yang
Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini? Jawab: Menurut
saya, terdapat berbagai hal yang dapat saya pelajari sebagai bekal untuk
menjadi pendidik sehingga dapat meningkatkan analisis terhadap berbagai aspek
sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi pendidikan mulai dari
sebelum kemerdekaan hingga sesudah kemerdekaan. Perbedaan tersebut seringkali
menjadi hambatan bagi anak misalnya pada zaman kolonial dimana perbedaan
status sosial sangat berdampak terhadap pendidikan anak padahal setiap orang
memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Namun, terdapat
juga beberapa faktor yang kurang mendukung sehingga kualitas pendidikan
diantaranya geografis dan budaya. Saya sebagai calon pendidik berharap untuk
lebih terbuka dan adaptif untuk menghadapi tantangan pendidikan termasuk
perbedaan latar belakang siswa. |
|
3 |
Ruang
Kolaborasi |
Apa yang
Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan Anda dalam ruang kolaborasi? Jawab: Pentingnya
faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang berpengaruh terhadap
pendidikan perlu untuk diketahui bagi seorang pendidik. Pendidikan perlu
memiliki akses terbuka sehingga daerah-daerah 3T yang mengalami keterbatasan
dapat memiliki akses sarana pendidikan yang sama dengan wilayah perkotaan.
Hal ini perlu disadari bahwa latar belakang geografis, budaya, politik,
sosial, dan ekonomi tidak dapat di sama ratakan sehingga motivasi saya
meningkat ketika menonton tayangan video Indonesia Mengajar yang menyadarkan
kami untuk fleksibel dan kreatif dalam mendidik generasi bangsa. |
|
4 |
Demonstrasi
Kontekstual |
Apa hal
penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda
jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)? Jawab: Hal penting
yang saya pelajari adalah saling bertoleransi dalam berpendapat dan bertukar
pikiran tentang fenomena pendidikan. Diskusi yang berlangsung dapat
mempertajam intuisi dan kepekaan terhadap tantangan yang akan dihadapi. Ole
karena itu, sebagai pendidik perlu untuk memberikan kemerdekaan bagi generasi
bangsa, mendidik, dan mengajar sepenuh hati. |
|
5 |
Elaborasi
Pemahaman |
Sejauh
ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda
pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai?
Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut? Jawab: Setelah
melakukan proses pembelajaran topik pembahasan pendidikan multikulturalisme
dan sosiokulturisme memberikan pengetahuan bagi saya bahwa kebudayaan dan
sosial tidak dapat dipisahkan dalam pembelajaran. Selain itu, hal yang saya
pahami lebih lanjut adalah ketika mengajar dengan perbedaan latar belakang
harus menggunakan metode dan penilaian yang sesuai dengan latar belakang
siswa. |
|
6 |
Koneksi
Antar Materi |
Apa yang
Anda pelajari dari koneksi antar materi baik dalam mata kuliah yang sama
maupun mata kuliah lain? Jawab: Hal yang
dipelajari pada tahap ini yakni menuangkan hasil pembelajaran yang didapatkan
agar mampu divisualisasikan tentang keterkaitan pembelajaran kuliah
perspektif sosiokulturan dengan mata kuliah lainnya. Saat pengantar awal,
perspektif sosiokultural adalah ilmu yang dipelajari untuk mempelajari
sosial, budaya, ekonomi, dan politik di lingkungan pendidikan yang mengatur
perilaku individu. Hal tersebut menjadi bekal calon pendidik agar lebih bijak
dalam melakukan proses pembelajaran dengan perbedaan latar belakang siswa.
Keterkaitan dengan mata kuliah lain yakni: 1.
Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajarannya menjelaskan konteks
pemahaman karakteristik siswa dengan baik agar tercipta pembelajaran yang
efektif dan adaptif. 2.
Filosofi Pendidikan memberikan pengetahuan tentang pendidikan yang
dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan politik yang berkaitan dengan
konsep sosial dalam pendidikan. Oleh karena itu, keterkaitan antara mata
kuliah Perspektif Sosiokultural dengan Filosofi Pendidikan bertujuan agar
guru dapat menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan latar belakang siswa. 3.
Prinsip Pengajaran dan Asesmen I adalah perencanaan pembelajaran,
materi, dan penilaian yang diterapkan harus sesuai dengan karakteristik
peserta sehingga menciptakan suasana adaptif dan inovatif. 4.
Literasi dalam Lintas Mata Pelajaran adalah kemampuan siswa dalam
belajar yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya sehingga pendidik
perlu untuk memahami sosiokultural dan menciptakan keterbukaan pikiran
terhadap perbedaan latar belakang. 5.
Praktik Pengalaman Lapangan mengimplementasikan pemahaman yang telah
didapatkan untuk mengetahui situasi secara nyata tentang budaya, sosial, dan
latar belakang siswa. |
|
7 |
Aksi
Nyata |
Apa
manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru? Bagaimana Anda
menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya? Apa yang
perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal? Jawab: Pembelajaran
ini sangat bermanfaat sebagai ilmu dan modal pengetahuan untuk menjadi
pendidik yang dapat memerdekakan sistem pembelajaran bagi siswa. Hambatan
tentang perbedaan latar belakang siswa perlu diketahui sehingga dapat
menciptakan pembelajaran yang adaptif. Kesiapan saya saat ini berada pada
skala 7,5 dari 10 karena saya menyadari harus belajar menjadi seorang guru
yang kreatif dan adaptif dalam pendidikan sehingga perlu meningkatkan
pengetahuan tentang pendidikan. |